Belajar Forex : Tutorial Cara Analisa Dengan Indikator Modern

Tutorial Cara Analisa Dengan Indikator Modern
Bukan rahasia lagi bahwa forex trading merupakan salah satu bisnis yang sudah banyak diterjuni orang cerdas yang mau belajar dan belajar lagi untuk mendapat keuntungan. Trader pemula atau trader yang sudah professional selalu tetap belajar dan berusaha untuk ikut dan membaca pergerakan pasar saham.
Bagaimanapun seorang trader ingin sukses dalam trading haruslah selalu memantai pasar dan belajar indikator harga saham. Belajar indikator dengan membaca artikel ini atau dapat mencari buku belajar forex pdf atau belajar fore pemula pdf. Salah satu indikator harga dalam dunia trading merupakan Indikator Modern. Terdapat dua jenis indikator, modern dan klasik. Berbeda dengan indikator klasik, indikator modern hanya dapat dilakukan komputer karena perhitungan yang lebih kompleks. Umumnya indikator modern adalah pengembangan atau penggabungan dari indikator klasik untuk mendapat prediksi yang lebih akurat.
Jika dibandingkan, indikator modern lebih praktis dari pada indikator klasik dan lebih mudah digunakan. Pengguna indikator modern hanya harus mengikuti setiap sinyal yang dihasilkan indikator. Secara umum indikator terbagi menjadi beberapa kelompok :
Trend Following Indicator
Indikator yang mengikuti kecendurungan movement harga saham. Contohnya Moving Avarage, Moving Avarage Divergence Convergence dan On Balance Volume
Oscillator Indicator
Indikator yang mengindentifikasikan titik-titik balik yang bisa terjadi di suatu saham. Contohnya Stochastic Oscillator.
Misc Indicator
Indikator yang memberi indikasi khusus tentang psikologi massa seperti Advance/Decline Index, Bullish Consensus dan New Low Index.
Trend Following Indikator disebut juga sebagai lagging indicator adalah indicator yang digunakan pada sebuah trend yang bergerak naik atau turun. Indikator ini didesain sebagai pemandu bagi trader bermain dalam suatu trend itu. Maka dari itu indicator yang tergolong dalam jenis ini relatif tidak cocok untuk digunakan dalam trend mendatar (sideways). Kelebihan dari indicator ini adalah mudah dalam penggunaan dan interprestasi serta kemampuan untuk menangkap pergerakan dan tetap untuk berada dalam pergerakan tersebut, sedangkan kekurangan yang terkandung dalam indicator ini adalah tidak efektif apabila berada dalam sebuah trading range datar/menyamping. Berikut ini gambaran tentang kelebihan dan kekurangan dari indikator yang termasuk Trend Following Indikator.
Indikator Oscillator dikembangkan oleh George C. Lane pada akhir 1950-an, alat analisis ini merupakan salah satu momentum oscillator yang menunjukkan posisi closing saat ini (current) secara relatif terhadap range transaksi dalam periode tertentu.
Closing level yang berada pada kondisi puncak (peak) merupakan indikasi terjadinya accumulation (buying pressure). Sebaliknya, closing level yang berada pada bottom, mengindikasikan terjadinya distribution (selling pressure).
Analisis Stochastic Oscillator terdiri dari dua buah garis, garis %K dan garis %D. %K adalah garis yang menggambarkan posisi relatif, dan harga closing terhadap range harga tertinggi dan terendah dalam periode pengamatan. Garis %D merupakan trigger line yang merupakan rata-rata bergerak sederhana (simple moving average) dari %K.
Nilai maksimal %D dan %K pada stochastic adalah 100, nilai minimalnya adalah 0. Dengan nilai yang konstan seperti ini, maka jelas bahwa fungsi utama dari stochastic oscillator adalah untuk mendeteksi kondisi overbought dan oversold. Nilai %K dapat dihitung menggunakan formulasi dibawah ini:
%K = 100 x (recent close – Lowest low / (highhest high – lowest low))
Sedangkan cara perhitungan %D (trigger line) adalah dengan menghitung rata-rata dari %K dalam periode tertentu.
Ada beberapa cara untuk menentukan sinyal jual dan beli melalui indikator stochastic oscillator, diantaranya yaitu:
1. Membeli ketika oscillator, garis %K garis %D, turun dibawah tingkat tertentu (misalnya, 20) dan kemudian naik ke atas tingkat tersebut. Menjual ketika oscillator naik ke atas tingkat tertentu (misal, 80) dan kemudian turun dibawah tingkat tersebut.
2. Membeli ketika garis %K naik keatas garis %D dan menjual ketika garis %K turun dibawah garis %D.
3. Melihat penyimpangan; sebagai contoh, ketika harga membuat rangkaian harga tertinggi baru sementara stochastic oscillator gagal melampaui nilai-nilai sebelumnya.